Hey guys, just listen to me
Express and embrace your dream
Set determination to achieve the dream
As fresh as the moment when some hot coffee that accompany you to color a morning
An evening sun is still shining on the western horizon
Let’s arrange a plan for tomorrow and fly away
Come on, don’t let a doubt prevent you
Add a little milk to make a new coffee flavor
Hey guys!
Be like you want (Just free your mind and keep it real)
Hey guys!
Express yourselves as you want (Just free your mind and keep it real)
It’s just about a step that you will decide it
The way that you will choose to reach the goals
What for do we have the feet but we don’t walk
What for do we have the eyes but we don’t look at the future
It’s nothing we have a dream, but we don’t take an action
A chance is useless if we don’t take it
I don’t care what people think about
Set determination, and get freedom
Hey guys!
Be like you want (Just free your mind and keep it real)
Hey guys!
Express yourselves as you want (Just free your mind and keep it real)
Free your mind and keep it real.. Just express your self!!
The Indonesian Translation
Hey kawan, hey teman semua yang mendengarkan
Ungkapkan rasa cita dalam pelukan
Bulatkan tekad untuk raih mimpi bertepi
Sesegar kopi hangat temani warnai pagi
Mentari senja tetap bersinar di ufuk barat
Mari susun rencana ke depan kita melesat
Cepat! Jangan terhambat oleh rasa ragu
Tambahkan sdikit susu tuk aroma kopi yang baru
Hey kau!
Jadikanlah dirimu seperti yang kau mau (Just free ur mind and keep it real)..
Hey kau!
Xpresikanlah dirimu seperti yang kau mau (Just free ur mind and keep it real)..
Ini tentang langkah yang kau tentukan
Cara yang kau pakai tuk mencapai sebuah tujuan
Apa artinya kaki bila kau tak berjalan
Apa guna mata bila tak menatap masa depan
Untuk apa bermimpi, bila kau tak melangkah
Untuk apa kesempatan bila tak ambil celah
Persetan aku, dia, juga mereka
Bulatkan tekad, lalu. Rasakan lah merdeka!!
Hey kau!
Jadikanlah dirimu seperti yang kau mau (Just free ur mind and keep it real)..
Hey kau!
Xpresikanlah dirimu seperti yang kau mau (Just free ur mind and keep it real)..
Free your mind and keep it real.. Just Xpress your self!!
A lyric of Bondan's song
Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. (Pramoedya Ananta Toer)
Senin, 19 September 2011
Don’t give up (Jangan menyerah)
There is none is born perfectly
Don’t regret everything that has happened
We must be ever got an ordeal
Until this life as if it means nothing
Thank for whatever you get
Life is a gift from the God
Do the best for this life
There is none is born perfectly
Don’t regret everything that has happened
The God must show his gracious and merciful for servants who patiently and never despair
The Indonesian Translation
Tak ada manusia yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali segala yang telah terjadi
Kita pasti pernah dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini tak ada artinya lagi
Syukuri apa yang ada hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini melakukan yang terbaik
Tak ada manusia yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali segala yang telah terjadi
Tuhan pasti kan menunjukkan kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar dan tak kenal putus asa
a song lyric of d' masive
Don’t regret everything that has happened
We must be ever got an ordeal
Until this life as if it means nothing
Thank for whatever you get
Life is a gift from the God
Do the best for this life
There is none is born perfectly
Don’t regret everything that has happened
The God must show his gracious and merciful for servants who patiently and never despair
The Indonesian Translation
Tak ada manusia yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali segala yang telah terjadi
Kita pasti pernah dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini tak ada artinya lagi
Syukuri apa yang ada hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini melakukan yang terbaik
Tak ada manusia yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali segala yang telah terjadi
Tuhan pasti kan menunjukkan kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar dan tak kenal putus asa
a song lyric of d' masive
Try (Mencoba)
One who refuse to try is the same as who have tried and failed to execute.
If there is a golden chance that comes over us, accept it, do something, and try it.
Because the chance to try is much better than no chance, so, do something.
Do something, because sometimes success is in the corner next to the bend more after one or one more step forward as we tried to take.
Many people ignore the possibility of successful is only because there is the possibility of failure.
A wrong logic, but it’s surprisingly that many people who prevent themselves from getting the chance of success because they are more interested in the possibility of failure.
Therefore whatever the success possibilities of a project, do it, try to do something is much better than the failed and did not get anything because they just doing nothing and don’t approach the process of works.
Once again, the people who did not try is the same as the people who have tried and failed.
The Indonesian Translation
Orang yang menolak mencoba sama saja dengan orang yang telah mencoba melaksanakan dan gagal.
Apabila dalam waktu dekat ini ada kesempatan emas yang datang menghampiri kita, maka terimalah, lakukanlah sesuatu, cobalah.
Karena kesempatan mencoba itu lebih baik daripada tidak, maka lakukanlah sesuatu.
Tetapi yang pasti, lakukanlah sesuatu, karena kadang-kadang keberhasilan itu di sudut sebelah setelah satu belokan lagi atau satu langkah lagi ke depan setelah kita berupaya melangkah.
Banyak orang mengabaikan kemungkinan berhasil hanya karena ada kemungkinan gagal.
Sebuah logika yang salah, tetapi yang mengherankan banyak sekali orang yang mencegah dirinya dari mendapatkan kemungkinan keberhasilan hanya karena dia lebih tertarik kepada kemungkinan kegagalan.
Dengan demikian apapun kemungkinan keberhasilan sebuah proyek, melakukannya, mencobanya tetap lebih baik daripada gagal dan tidak mendapatkannya karena sama sekali tidak mencobanya dan mendekati proses kerjanya.
Karena sekali lagi, orang-orang yang tidak mencoba sama gagalnya dengan orang-orang yang telah mencoba dan gagal.
Inspired by Mario Teguh
If there is a golden chance that comes over us, accept it, do something, and try it.
Because the chance to try is much better than no chance, so, do something.
Do something, because sometimes success is in the corner next to the bend more after one or one more step forward as we tried to take.
Many people ignore the possibility of successful is only because there is the possibility of failure.
A wrong logic, but it’s surprisingly that many people who prevent themselves from getting the chance of success because they are more interested in the possibility of failure.
Therefore whatever the success possibilities of a project, do it, try to do something is much better than the failed and did not get anything because they just doing nothing and don’t approach the process of works.
Once again, the people who did not try is the same as the people who have tried and failed.
The Indonesian Translation
Orang yang menolak mencoba sama saja dengan orang yang telah mencoba melaksanakan dan gagal.
Apabila dalam waktu dekat ini ada kesempatan emas yang datang menghampiri kita, maka terimalah, lakukanlah sesuatu, cobalah.
Karena kesempatan mencoba itu lebih baik daripada tidak, maka lakukanlah sesuatu.
Tetapi yang pasti, lakukanlah sesuatu, karena kadang-kadang keberhasilan itu di sudut sebelah setelah satu belokan lagi atau satu langkah lagi ke depan setelah kita berupaya melangkah.
Banyak orang mengabaikan kemungkinan berhasil hanya karena ada kemungkinan gagal.
Sebuah logika yang salah, tetapi yang mengherankan banyak sekali orang yang mencegah dirinya dari mendapatkan kemungkinan keberhasilan hanya karena dia lebih tertarik kepada kemungkinan kegagalan.
Dengan demikian apapun kemungkinan keberhasilan sebuah proyek, melakukannya, mencobanya tetap lebih baik daripada gagal dan tidak mendapatkannya karena sama sekali tidak mencobanya dan mendekati proses kerjanya.
Karena sekali lagi, orang-orang yang tidak mencoba sama gagalnya dengan orang-orang yang telah mencoba dan gagal.
Inspired by Mario Teguh
Minggu, 18 September 2011
A Big Plan
Don’t arrange small plans, but arrange the big one.
The small plans will be easy to reach, and it can be imagined long time before we even start them.
That’s why the small plans won’t make us excited.
It’s surely your small plans won’t attract other people to ask you to be their leader.
Therefore, plan to reach great things.
Look up, those who look up will see the road to the top.
When your eyes are dazzled and your hearts are underestimated by the brilliance of the winners who had reached great achievements, while you are looking up there.
You can make that underestimated feeling as coercive power to focus and use all of your power to achieve a class winner in your career choices and business.
Don’t arrange small plans.
Don’t waste the beauty of your creation on small goals.
Arrange big plans.
Adjust your winner potential with the potential of your work, from the path you choose toward your success as a conductor.
Be excited with your possibilities.
Imagine the success that will excite your soul, and immediately do hard work to make them come true.
That’s why don’t arrange small plans, but arrange the big one.
The Indonesian Translation
Janganlah anda membuat rencana-rencana yang kecil, buatlah rencana-rencana yang besar.
Rencana-rencana kecil akan mudah dicapai dan bahkan pencapaiannya telah lama terbayang jauh sebelum kita memulainya.
Itu sebabnya rencana-rencana yang kecil tidak mempunyai pengaruh yang besar untuk membuat kita bersemangat.
Dan yang pasti rencana-rencana kecil anda tidak akan menarik perhatian orang lain untuk menjadikan anda sebagai pemimpin mereka.
Maka rencanakanlah pencapaian hal-hal yang besar.
Lihatlah ke atas.
Hanya orang yang melihat ke atas yang melihat jalan naik.
Bila dalam proses melihat ke atas itu, mata anda disilaukan dan hati anda dikecilkan oleh kecemerlangan para pemenang yang telah lama mencapai kebintangan di atas sana.
Jadikanlah perasaan tertinggal itu sebagai tenaga pemaksa untuk memusatkan perhatian dan penggunaan dari semua kemampuan anda untuk mencapai kelas pemenang dalam pilihan karir dan bisnis anda.
Janganlah membuat rencana-rencana yang kecil.
Janganlah anda memboroskan keindahan dari penciptaan anda pada tujuan-tujuan kecil.
Buatlah rencana-rencana yang besar.
Sesuaikanlah potensi kebintangan anda dengan potensi dari hasil pekerjaan anda, dari jalan yang anda pilih sebagai penghantar menuju keberhasilan anda.
Bersemangatlah anda dengan kemungkinan-kemungkinan anda.
Bayangkanlah keberhasilan yang mendebarkan hati anda, dan bersegeralah anda bekerja keras untuk mencapainya.
Itu sebabnya janganlah anda membuat rencana-rencana yang kecil.
Buatlah rencana-rencana yang besar.
Inspired by Mario Teguh
The small plans will be easy to reach, and it can be imagined long time before we even start them.
That’s why the small plans won’t make us excited.
It’s surely your small plans won’t attract other people to ask you to be their leader.
Therefore, plan to reach great things.
Look up, those who look up will see the road to the top.
When your eyes are dazzled and your hearts are underestimated by the brilliance of the winners who had reached great achievements, while you are looking up there.
You can make that underestimated feeling as coercive power to focus and use all of your power to achieve a class winner in your career choices and business.
Don’t arrange small plans.
Don’t waste the beauty of your creation on small goals.
Arrange big plans.
Adjust your winner potential with the potential of your work, from the path you choose toward your success as a conductor.
Be excited with your possibilities.
Imagine the success that will excite your soul, and immediately do hard work to make them come true.
That’s why don’t arrange small plans, but arrange the big one.
The Indonesian Translation
Janganlah anda membuat rencana-rencana yang kecil, buatlah rencana-rencana yang besar.
Rencana-rencana kecil akan mudah dicapai dan bahkan pencapaiannya telah lama terbayang jauh sebelum kita memulainya.
Itu sebabnya rencana-rencana yang kecil tidak mempunyai pengaruh yang besar untuk membuat kita bersemangat.
Dan yang pasti rencana-rencana kecil anda tidak akan menarik perhatian orang lain untuk menjadikan anda sebagai pemimpin mereka.
Maka rencanakanlah pencapaian hal-hal yang besar.
Lihatlah ke atas.
Hanya orang yang melihat ke atas yang melihat jalan naik.
Bila dalam proses melihat ke atas itu, mata anda disilaukan dan hati anda dikecilkan oleh kecemerlangan para pemenang yang telah lama mencapai kebintangan di atas sana.
Jadikanlah perasaan tertinggal itu sebagai tenaga pemaksa untuk memusatkan perhatian dan penggunaan dari semua kemampuan anda untuk mencapai kelas pemenang dalam pilihan karir dan bisnis anda.
Janganlah membuat rencana-rencana yang kecil.
Janganlah anda memboroskan keindahan dari penciptaan anda pada tujuan-tujuan kecil.
Buatlah rencana-rencana yang besar.
Sesuaikanlah potensi kebintangan anda dengan potensi dari hasil pekerjaan anda, dari jalan yang anda pilih sebagai penghantar menuju keberhasilan anda.
Bersemangatlah anda dengan kemungkinan-kemungkinan anda.
Bayangkanlah keberhasilan yang mendebarkan hati anda, dan bersegeralah anda bekerja keras untuk mencapainya.
Itu sebabnya janganlah anda membuat rencana-rencana yang kecil.
Buatlah rencana-rencana yang besar.
Inspired by Mario Teguh
Decide Our Action
Decide the choice of a good action without it has to depend on how our mood are like.
We are often being confused in condition that our mood don’t support our will to reach the productivity of works.
Most of people know what they have to do but they can’t manage their mood, so that they are doing nothing.
Sometimes we can’t choose the mood that we want, but we can decide the type of action that we will take even though our mood don’t support us.
There is no one who can make another to be amazed except one those can do a good thing for other people while they are in pain.
The people are those who can prove that they are still able to do a good thing both for themselves and others when they are even in a bad mood.
Decide the choice of a good action without it has to depend on how our mood are like.
The Indonesian translation
Tentukanlah pilihan tindakan yang baik, tanpa bergantung kepada kualitas perasaan kita.
Tidak jarang kita dibingungkan oleh keadaan di mana perasaan kita tidak mendukung keinginan kita untuk mencapai hal-hal yang produktif.
Banyak orang tahu apa yang harus dilakukannya tetapi tidak mampu mengelola perasaannya, sehingga yang dilakukannya tidak penting lagi.
Memang terkadang kita tidak bisa memilih jenis perasaan yang menguasai hati ini, tetapi yang pasti adalah bahwa kita bisa menentukan tipe tindakan yang bisa kita ambil meskipun perasaan sedang tidak mendukung.
Tidak ada orang yang lebih mengundang hormat daripada orang yang perasaannya sangat hancur, tetapi perilakunya memuliakan orang lain.
Orang-orang ini adalah orang-orang yang membuktikan bahwa rasa perasaan yang ada di hati tidak perlu mengganggu kualitas yang kita lakukan bagi diri sendiri dan bagi orang lain.
Tentukanlah pilihan tindakan yang baik, tanpa bergantung kepada kualitas perasaan kita.
Inspired by Mario Teguh
We are often being confused in condition that our mood don’t support our will to reach the productivity of works.
Most of people know what they have to do but they can’t manage their mood, so that they are doing nothing.
Sometimes we can’t choose the mood that we want, but we can decide the type of action that we will take even though our mood don’t support us.
There is no one who can make another to be amazed except one those can do a good thing for other people while they are in pain.
The people are those who can prove that they are still able to do a good thing both for themselves and others when they are even in a bad mood.
Decide the choice of a good action without it has to depend on how our mood are like.
The Indonesian translation
Tentukanlah pilihan tindakan yang baik, tanpa bergantung kepada kualitas perasaan kita.
Tidak jarang kita dibingungkan oleh keadaan di mana perasaan kita tidak mendukung keinginan kita untuk mencapai hal-hal yang produktif.
Banyak orang tahu apa yang harus dilakukannya tetapi tidak mampu mengelola perasaannya, sehingga yang dilakukannya tidak penting lagi.
Memang terkadang kita tidak bisa memilih jenis perasaan yang menguasai hati ini, tetapi yang pasti adalah bahwa kita bisa menentukan tipe tindakan yang bisa kita ambil meskipun perasaan sedang tidak mendukung.
Tidak ada orang yang lebih mengundang hormat daripada orang yang perasaannya sangat hancur, tetapi perilakunya memuliakan orang lain.
Orang-orang ini adalah orang-orang yang membuktikan bahwa rasa perasaan yang ada di hati tidak perlu mengganggu kualitas yang kita lakukan bagi diri sendiri dan bagi orang lain.
Tentukanlah pilihan tindakan yang baik, tanpa bergantung kepada kualitas perasaan kita.
Inspired by Mario Teguh
Selasa, 23 Agustus 2011
Siapkan garasi untuk pesawat kita (Prepare a garage for our own plane).
Pernahkah kita merasa tuhan tidak menjawab do'a kita?
Ketika kita meminta sesuatu kepada tuhan namun tiada kunjung mendapatkannya, akhirnya menganggap bahwa do'a kita sia-sia.
Terkabul tidaknya suatu permintaan tergantung siap tidaknya kita menerima anugerah itu.
Sebuah contoh saat kita meminta suatu pesawat kepada tuhan, maka apakah dengan tiba-tiba kita mendapatkannya. Pastinya tidak jawabanya. Kalaupun tiba-tiba jatuh dari atas, itu malah merepotkan kita. Lantas bagaimana?
Tuhan menyuruh kita untuk mempersiapkan diri sebelum memberikan pesawat. Mulai dari informasi pengunaan pesawat, perawatan, dan tempat untuk menyimpannya.
Ilustrasi di atas mencerminkan bahwa ikhtiar merupakan bagian dari do'a, dan juga merupakan latihan kesiapan kita sebelum benar-benar memiliki apa yang kita dambakan.
Maka, mari menyiapkan garasi sebelum pesawat kita datang.
The english translation
Have we felt the God doesn't answer our prayers?
When we asked for something to god but no go get it, finally assume that our supplications vain.
Granted a request depends on how far we are prepared to accept that grace.
An example of when we asked for a plane to the god, then what are all of a sudden we get it. Surely not the answer. Even if a sudden fall from the top, it even bother us. Then what?
God told us to prepare before giving the plane. Ranging from plane usage information, maintenance, and a place to store it.
The illustration above reflects that the initiative is part of the prayer, and also the readiness of our practice before you actually have what we want.
So, let's prepare the garage before our plane arrived.
Ketika kita meminta sesuatu kepada tuhan namun tiada kunjung mendapatkannya, akhirnya menganggap bahwa do'a kita sia-sia.
Terkabul tidaknya suatu permintaan tergantung siap tidaknya kita menerima anugerah itu.
Sebuah contoh saat kita meminta suatu pesawat kepada tuhan, maka apakah dengan tiba-tiba kita mendapatkannya. Pastinya tidak jawabanya. Kalaupun tiba-tiba jatuh dari atas, itu malah merepotkan kita. Lantas bagaimana?
Tuhan menyuruh kita untuk mempersiapkan diri sebelum memberikan pesawat. Mulai dari informasi pengunaan pesawat, perawatan, dan tempat untuk menyimpannya.
Ilustrasi di atas mencerminkan bahwa ikhtiar merupakan bagian dari do'a, dan juga merupakan latihan kesiapan kita sebelum benar-benar memiliki apa yang kita dambakan.
Maka, mari menyiapkan garasi sebelum pesawat kita datang.
The english translation
Have we felt the God doesn't answer our prayers?
When we asked for something to god but no go get it, finally assume that our supplications vain.
Granted a request depends on how far we are prepared to accept that grace.
An example of when we asked for a plane to the god, then what are all of a sudden we get it. Surely not the answer. Even if a sudden fall from the top, it even bother us. Then what?
God told us to prepare before giving the plane. Ranging from plane usage information, maintenance, and a place to store it.
The illustration above reflects that the initiative is part of the prayer, and also the readiness of our practice before you actually have what we want.
So, let's prepare the garage before our plane arrived.
Senin, 22 Agustus 2011
Kemenangan Akhir (A victory in the end)
Kemenangan Akhir
Kemenangan di akhir sebuah pertandingan merupakan tujuan semua peserta kompetisi. Permulaan lancar memanglah baik, namun demikian salah besar jika merasa kemenangan sudah digenggam.
Karena memang pemenang adalah orang yang mengumpulkan nilai tertinggi di akhir pertandingan meskipun sempat terseok-seok di awal.
Menarik mencermati sebuah konsep yang mencirikan kemenangan (kesuksesan) orang di akhir pertandingan (kehidupan) yang disampaikan Rasulullah SAW.
Dalam hadis tersebut ditunjukkan ada 4 empat indikator yang HARUS DIHINDARI agar terjaga peluang untuk memenangi pertandingan (kebahagiaan di akhir).
1. Jangan mengingat kebaikan yang telah dilakukan.
Orang yang senantiasa mengingat dan membanggakan pencapaian (kebaikan) yang telah diraih akan melemahkan semangat dan daya kreatifnya. Karena telah menganggap dirinya berhasil. Meskipun pada kenyataannya hal itu bukanlah benar-benar kesuksesan yang nyata.
2. Jangan melupakan dosa-dosa yang pernah diperbuat.
Sikap seperti ini akan mengakibatkan kecerobohan dalam langkah-langkah yang akan diambil. Karena melupakan kesalahan yang telah dilakukannya.
3. Jangan memandang yang lebih tinggi atas harta.
Bagi orang yang telah mapan, ia cenderung bertahan dalam "comfort zone"-nya dan memudarkan jiwa militannya. Sehingga menganggap remeh peluang-peluang berserakan yang dianggapnya kecil dan tidak berarti.
4. Jangan memandang yang lebih rendah atas ilmu.
Karena fokus terhadap sesuatu yang besar, ia kurang memperhatikan hal-hal kecil yang sebenarnya potensial menjadi besar jika dikelolanya dengan baik.
The english translation :
Victory at the end of a game is the goal of all participants of the competition. We need a good beginning, however, it’s wrong when you feel you have already won. Because that winner is the person who collected the highest score at the end of the game though had stumbled in the beginning.
It’s interesting to look at a concept that characterizes the victory (success) people at the end of the game (of life) who delivered the Prophet Muhammad.
In the hadith it is shown that there are four indicators in order TO AVOID awake a chance to win (the happiness in the end).
1.Do not remember the kindness that you have been done.
People who always remember and be proud of the achievement (the goodness) that has been achieved would weaken the spirit and creative power. Having considered himself successful. Despite the fact that it is not really a real success.
2. Do not forget the sins you have ever done.
Attitudes like this will lead to carelessness in the steps to be taken. Due to forget the mistakes he had made.
3. Do not see a higher return on assets.
For people who have been established, it tends to persist in the "comfort zone" and diminish his militant spirit. Thus underestimate the opportunities which it deems scattered small and insignificant.
4. Do not look lower on the science.
Because the focus of something big, he pays little attention to the little things that actually make it big potential if managed properly.
Kemenangan di akhir sebuah pertandingan merupakan tujuan semua peserta kompetisi. Permulaan lancar memanglah baik, namun demikian salah besar jika merasa kemenangan sudah digenggam.
Karena memang pemenang adalah orang yang mengumpulkan nilai tertinggi di akhir pertandingan meskipun sempat terseok-seok di awal.
Menarik mencermati sebuah konsep yang mencirikan kemenangan (kesuksesan) orang di akhir pertandingan (kehidupan) yang disampaikan Rasulullah SAW.
Dalam hadis tersebut ditunjukkan ada 4 empat indikator yang HARUS DIHINDARI agar terjaga peluang untuk memenangi pertandingan (kebahagiaan di akhir).
1. Jangan mengingat kebaikan yang telah dilakukan.
Orang yang senantiasa mengingat dan membanggakan pencapaian (kebaikan) yang telah diraih akan melemahkan semangat dan daya kreatifnya. Karena telah menganggap dirinya berhasil. Meskipun pada kenyataannya hal itu bukanlah benar-benar kesuksesan yang nyata.
2. Jangan melupakan dosa-dosa yang pernah diperbuat.
Sikap seperti ini akan mengakibatkan kecerobohan dalam langkah-langkah yang akan diambil. Karena melupakan kesalahan yang telah dilakukannya.
3. Jangan memandang yang lebih tinggi atas harta.
Bagi orang yang telah mapan, ia cenderung bertahan dalam "comfort zone"-nya dan memudarkan jiwa militannya. Sehingga menganggap remeh peluang-peluang berserakan yang dianggapnya kecil dan tidak berarti.
4. Jangan memandang yang lebih rendah atas ilmu.
Karena fokus terhadap sesuatu yang besar, ia kurang memperhatikan hal-hal kecil yang sebenarnya potensial menjadi besar jika dikelolanya dengan baik.
The english translation :
Victory at the end of a game is the goal of all participants of the competition. We need a good beginning, however, it’s wrong when you feel you have already won. Because that winner is the person who collected the highest score at the end of the game though had stumbled in the beginning.
It’s interesting to look at a concept that characterizes the victory (success) people at the end of the game (of life) who delivered the Prophet Muhammad.
In the hadith it is shown that there are four indicators in order TO AVOID awake a chance to win (the happiness in the end).
1.Do not remember the kindness that you have been done.
People who always remember and be proud of the achievement (the goodness) that has been achieved would weaken the spirit and creative power. Having considered himself successful. Despite the fact that it is not really a real success.
2. Do not forget the sins you have ever done.
Attitudes like this will lead to carelessness in the steps to be taken. Due to forget the mistakes he had made.
3. Do not see a higher return on assets.
For people who have been established, it tends to persist in the "comfort zone" and diminish his militant spirit. Thus underestimate the opportunities which it deems scattered small and insignificant.
4. Do not look lower on the science.
Because the focus of something big, he pays little attention to the little things that actually make it big potential if managed properly.
Minggu, 21 Agustus 2011
Menghargai dan Menikmati Proses
Apakah anda punya impian? Tentu. Memiliki cita-cita? Pasti. Impian, cita-cita atau apapun namanya, yang jelas semua orang punya keinginan untuk dicapai. Betul? Meskipun saya tidak bisa mendengar jawaban anda, tapi saya yakin anda mengiyakannya, kan?
Manusia hidup bersama impian dan cita-citanya. Hal itu pulalah yang membuat ia tetap bertahan untuk tetap berusaha sampai sekarang, terus dan terus. Sesulit apapun itu.
Kemudian barangkali muncul pertanyaan, kenapa ya kok kadang target dan impian yang kita kejar rasanya sulit sekali dicapai?
Emang!
Lho, kok emang?
Mau gimana lagi, emang seperti itu sifatnya impian.
Lalu? Percuma dong punya mimpi kalau gitu?
Bentar, tarik nafas dulu, dan dengarkan saya baik-baik. Hehe
Coba banyangkan kalau mengejar cita-cita itu seperti kita ngasih makan ayam, gak asik kan? Apalagi ayamnya lagi kelaparan, kayaknya hampir nggak ada kesulitan. Balita tetanggaku aja bisa kalau cuma gitu. Haha!
Ok, akan coba saya jelaskan yang lebih masuk akal.
Tuhan menciptakan tiap-tiap impian beserta syarat-syarat yang musti diusahakan atau jalan-jalan yang harus ditempuh kalau ingin impian itu tercapai, ikhtiar gitulah bahasa kerennya. Kenapa demikian?
Nah, dalam proses pencapaian cita-cita tersebut, Tuhan sekaligus mengajari kita ilmu dan pengertian-pengertian yang begitu berharga.
Tentu saja kita mengenal apa yang namanya poses, yakni tahapan-tahapan yang harus dilalui untuk sampai pada tujuan. Memang terasa penat dan tak jarang mengundang frustasi dan keputusasaan. Tapi justru di sinilah kita dikenalkan yang namanya ‘kesabaran’ yang kita alami dan rasakan sendiri. Learning from experience!
Dengan demikian, ketika impian itu sudah terwujud, kita masih bisa memetik pelajaran lagi dari situ. Yaitu ‘rasa menghargai’ terhadap hasil yang dicapai. Betapapun jumlah dan bentuknya. Karena kita tahu dan merasakannya sendiri kesulitan untuk mendapatkannya. Dari sinilah akan muncul sikap ‘syukur’.
Inilah yang disebut Rasulullah saw, sebagai hal yang menakjubkan bagi orang yang percaya (beriman). Bahagia disyukuri, belum beruntung bersabar. Cakep kan?
Dan selayaknya kita memang tidak perlu khawatir jika kita memang benar-benar percaya dan yakin bahwa usaha kecil kita akan “didongkrak” oleh sang maha pengasih. Bahkan Allah mengisyaratkan ada dua kemudahan atau jalan keluar dalam satu masalah (kesulitan). (QS [92]:5-6)
So, tugas kita hanya berusaha sebaik-baiknya, dan Allah akan mengantarkan hasilnya.
Hiduplah dengan mimpi sebesar mungkin dan nikmati prosesnya. Sepakat???
Manusia hidup bersama impian dan cita-citanya. Hal itu pulalah yang membuat ia tetap bertahan untuk tetap berusaha sampai sekarang, terus dan terus. Sesulit apapun itu.
Kemudian barangkali muncul pertanyaan, kenapa ya kok kadang target dan impian yang kita kejar rasanya sulit sekali dicapai?
Emang!
Lho, kok emang?
Mau gimana lagi, emang seperti itu sifatnya impian.
Lalu? Percuma dong punya mimpi kalau gitu?
Bentar, tarik nafas dulu, dan dengarkan saya baik-baik. Hehe
Coba banyangkan kalau mengejar cita-cita itu seperti kita ngasih makan ayam, gak asik kan? Apalagi ayamnya lagi kelaparan, kayaknya hampir nggak ada kesulitan. Balita tetanggaku aja bisa kalau cuma gitu. Haha!
Ok, akan coba saya jelaskan yang lebih masuk akal.
Tuhan menciptakan tiap-tiap impian beserta syarat-syarat yang musti diusahakan atau jalan-jalan yang harus ditempuh kalau ingin impian itu tercapai, ikhtiar gitulah bahasa kerennya. Kenapa demikian?
Nah, dalam proses pencapaian cita-cita tersebut, Tuhan sekaligus mengajari kita ilmu dan pengertian-pengertian yang begitu berharga.
Tentu saja kita mengenal apa yang namanya poses, yakni tahapan-tahapan yang harus dilalui untuk sampai pada tujuan. Memang terasa penat dan tak jarang mengundang frustasi dan keputusasaan. Tapi justru di sinilah kita dikenalkan yang namanya ‘kesabaran’ yang kita alami dan rasakan sendiri. Learning from experience!
Dengan demikian, ketika impian itu sudah terwujud, kita masih bisa memetik pelajaran lagi dari situ. Yaitu ‘rasa menghargai’ terhadap hasil yang dicapai. Betapapun jumlah dan bentuknya. Karena kita tahu dan merasakannya sendiri kesulitan untuk mendapatkannya. Dari sinilah akan muncul sikap ‘syukur’.
Inilah yang disebut Rasulullah saw, sebagai hal yang menakjubkan bagi orang yang percaya (beriman). Bahagia disyukuri, belum beruntung bersabar. Cakep kan?
Dan selayaknya kita memang tidak perlu khawatir jika kita memang benar-benar percaya dan yakin bahwa usaha kecil kita akan “didongkrak” oleh sang maha pengasih. Bahkan Allah mengisyaratkan ada dua kemudahan atau jalan keluar dalam satu masalah (kesulitan). (QS [92]:5-6)
So, tugas kita hanya berusaha sebaik-baiknya, dan Allah akan mengantarkan hasilnya.
Hiduplah dengan mimpi sebesar mungkin dan nikmati prosesnya. Sepakat???
Rabu, 27 Juli 2011
The questions in life
The problems which arise in our life is like a question that should be answered.
Actually, the answers which are needed aren’t about true or false only such as multiple choices when doing an examination. But, it’s like an interview or thesis tests. We have to be confident and responsible for what are given.
The conviction and responsibility have to be evidenced by finishing and implementation actions obviously.
(The Indonesian translation)
Masalah yang timbul dalam hidup layaknya suatu pertanyaan yang mesti dijawab.
Pada dasarnya, jawaban yang dibutuhkan tidak sekadar benar atau salah seperti dalam soal ujian pilihan ganda di sekolah. Namun lebih dekat seperti tes wawancara atau ujian skripsi, yaitu seberapa yakin dan bertanggung jawab atas jawaban yang telah diberikan.
Keyakinan dan tanggung jawab tersebut dibuktikan dengan tindakan penyelesaian dan implementasi di lapangan.
Actually, the answers which are needed aren’t about true or false only such as multiple choices when doing an examination. But, it’s like an interview or thesis tests. We have to be confident and responsible for what are given.
The conviction and responsibility have to be evidenced by finishing and implementation actions obviously.
(The Indonesian translation)
Masalah yang timbul dalam hidup layaknya suatu pertanyaan yang mesti dijawab.
Pada dasarnya, jawaban yang dibutuhkan tidak sekadar benar atau salah seperti dalam soal ujian pilihan ganda di sekolah. Namun lebih dekat seperti tes wawancara atau ujian skripsi, yaitu seberapa yakin dan bertanggung jawab atas jawaban yang telah diberikan.
Keyakinan dan tanggung jawab tersebut dibuktikan dengan tindakan penyelesaian dan implementasi di lapangan.
Kamis, 21 Juli 2011
A Lesson From The Market
The simply definition of market is a regular gathering of people for the purchase and sale of provisions, livestock, and other commodities, or and area in which commercial dealings are conducted.
When we come to that place, there are so many people who offer and provide the choice for us. It will make nuance of competition lively more.
When we come to that place, there are so many people who offer and provide the choice for us. It will make nuance of competition lively more.
We couldn’t hope to get a good place there if we neglect the principle of its competition. Being productive, creative, and innovative are the absolute requirements to exist. Unless you have two choices only, become onlooker or go home instead.
Sometimes the market feels so cruel. It isn’t easy to fool the consumers, your competitors become more attractive day by day, and of course you can’t claim that the God is unfair if you lost the game further.
Actually we need the God’s miracles and we should work harder to pick his gifts up. Because we are the only person who can be relied to do the best.
Therefore, it’s going to be useless if we just cry for the failures which it’s just about the irrelevance between the first expectation and the reality. But, it means we are given another chance to learn and practice more to conquer the market.
Therefore, it’s going to be useless if we just cry for the failures which it’s just about the irrelevance between the first expectation and the reality. But, it means we are given another chance to learn and practice more to conquer the market.
Minggu, 10 Juli 2011
Tanaman Cita-cita
Sebuah rumus pasti setiap orang memiliki cita-cita dalam hidupnya. Karena tiada orang tanpa impian selain orang yang sudah mati. Dan tidak perlu berbuat konyol dengan memperdebatkannya.
Mempunyai cita-cita, apapun itu, seperti menanam suatu tanaman yang mana setiap tanaman butuh dirawat dengan disiram dan dipupuk teratur agar pertumbuhannya terjaga. Selain itu perlu adanya kontrol (evaluasi) untuk mengantisipasi adanya hama dan penyakit perusak.
Perlakuan ini harus selalu terjaga dengan baik hingga tanaman tersebut berbuah (tercapai).
Namun, ada hal yang paling penting. Yakni untuk menanam tidak cukup hanya merencanakannya saja. Harus segera "take action" dalam merealisasikannya dengan jalan mengerjakan hal-hal meskipun sederhana yang menunjang dalam mencapai panen (cita-cita)
Mempunyai cita-cita, apapun itu, seperti menanam suatu tanaman yang mana setiap tanaman butuh dirawat dengan disiram dan dipupuk teratur agar pertumbuhannya terjaga. Selain itu perlu adanya kontrol (evaluasi) untuk mengantisipasi adanya hama dan penyakit perusak.
Perlakuan ini harus selalu terjaga dengan baik hingga tanaman tersebut berbuah (tercapai).
Namun, ada hal yang paling penting. Yakni untuk menanam tidak cukup hanya merencanakannya saja. Harus segera "take action" dalam merealisasikannya dengan jalan mengerjakan hal-hal meskipun sederhana yang menunjang dalam mencapai panen (cita-cita)
Langganan:
Komentar (Atom)