Rabu, 29 Februari 2012

Pemuda dan Peramal (A young man and a fortune teller)


Seorang pemuda mendatangi seorang peramal untuk meramalkan nasibnya. Kemudian si peramal melihat garis tangan pemuda itu.

Peramal : “Lihat garis ini!” (sambil teriak). “Itu menunjukkan karirmu. Garisnya sangat pendek.”
Pemuda : (tertunduk lemas)
Peramal : “Dan lihat garis yang ini! Itu menunjukkan cara berpikirmu. Itu juga pendek.”
Pemuda : (semakin pasrah akan nasibnya)
Peramal : “Dan lihat garis-garis silang ini!”
Dengan frustasi pemuda itu berkata.
Pemuda : “ya! pasti masa depanku suram, penuh masalah, tiada keberuntungan yang menghampiriku, dan tak akan pernah ada perubahan yang lebih baik tentang nasibku!!!!”
Peramal : “Bukan! Tanganmu berlumut dan jamuran”
Pemuda : @#@#@!!!

Pesan : Masa depan Anda tidaklah bergantung tangan Anda, peramal, atau orang lain. Percayalah pada diri Anda, jawaban yang Anda cari akan Anda temukan pada diri Anda sendiri.


In English;


A young man visits a fortune teller. He asks the fortune teller to predict his future. And then, the fortune teller sees his palm of hand.


The fortune teller : “You see this line!” (while screaming). “that’s your career line. Very short!”
The young man : (being bent down)
The fortune teller : “and you see this line! That’s your brain line. Short also!!!”
The young man : (getting so sad)
The fortune teller : “and you see this criss-cross on your hand!”
The young man : “Yes! That must be my future. Full of problem. There is no lucky comeover me. And I have never a good future”
The fortune teller : “No! Your hand is moisturize moth”

The message : Your future is not about your hands, fortune teller’s hands, or anybody else’s hand. Just trust yourself, the answer that you are looking for will be in your hand.

I Want To Get Married


Ola adalah seorang wanita muda yang tinggal di Mesir. Dia berumur sekitar 30 tahun. Banyak orang menyarankannya agar cepat menikah. Suatu hari ada seorang pria yang datang ke rumahnya. Dia ingin menikahi Ola. Banyak orang berkata bahwa pria tersebut adalah pria ideal. Wajahnya tampan, pekerjaanya mapan, dan dia tinggal di Italia. Ola percaya bahwa dia bisa mencintainya. Dia senang akhirnya bisa menikah. Namun kemudian dia menemui sebuah masalah. Pria tersebut telah menikah dengan wanita Italia. Ibu dari pria itu menjelaskan bahwa dia menyuruh putranya untuk memiliki isteri kedua. Hukum di Mesir membolehkan seorang pria memiliki hingga 4 orang isteri. Ibunya juga menyuruh sang putra untuk tinggal lebih lama di Mesir. Ola sangatlah marah karenanya! Ini bukanlah apa yang dia duga sebelumnya! Ola dan ibunya mengusir mereka dari rumahnya.

Cerita singkat di atas adalah cuplikan sebuah film yang berjudul “I want to get married”. Film ini diambil dari sebuah buku. Di mana buku tersebut disusun dari coretan blog milik Ghada Abdul Aal. Dia menuliskan pengalaman pribadinya sebagai seorang wanita yang sedang mencari pasangan hidup.

Dalam suatu budaya, ada banyak tradisi yang harus dilakukan orang-orang muda untuk menikah. Di Mesir, segala yang dibutuhkan baik dari pihak pria maupun wanita dalam pernikahan mereka, harus tersedia sebelum pernikahan. Artinya segala sesuatunya harus baru, bahkan kebutuhan seperti pakaian dan perabotan rumah tangga lainya. Ini juga termasuk tempat tinggal untuk mereka pun harus tersedia, semisal rumah atau apartemen. Secara adat, pihak pria lah yang harus menanggungnya. Kemudian ada juga uang untuk pesta pernikahan dan mas kawin itu sendiri. Bagi sebagian kalangan, hal ini akan menghabiskah uang lebih banyak daripada apa yang mereka dapatkan dalam satu tahun!

Banyak pemuda di Mesir tidak mampu untuk menjalankan tradisi tersebut. Informasi dari departemen kependudukan Mesir menunjukkan bahwa banyak pemuda di Mesir yang tidak memiliki pekerjaan tetap. Harga rumah juga sangat mahal di Mesir belakangan ini. Dan hanya ada sedikit rumah yang tersedia. Tradisi ini membuat pemuda di Mesir takut akan masa depan mereka. Para pria mungkin menabungkan uang mereka hingga cukup untuk digunakan melangsungkan pernikahan. Tetapi ini akan membutuhkan waktu yang sangat lama.

Kondisi ekonomi lah menyebabkan permasalahan ini. Namun banyak orang yang menyalahkan wanita lah sebagai penyebabnya. Mereka mengatakan bahwa para wanita terlalu pilih-pilih siapa yang akan mereka nikahi. Dan mereka meminta persyaratan yang muluk-muluk untuk menyetujui pernikahan. Sebagian pihak berpendapat ini adalah hal yang baru yang diajukan sebagai prasyarat oleh para wanita.

Ghada Abdul Aal adalah seorang wanita karir di bidang medis. Dia mendapatkan gelar di bidang Farmasi. Dia telah berusia 31 tahun, dan belum menikah. Ini yang dia katakan sebagai sebuah masalah. Dan ini adalah permasalahan nyata yang dia dan para wanita Mesir sedang hadapi. Dia mengatakan bahwa tekanan ada di pihak pemuda Mesir.

“Masalah bermula ketika baru lulus kuliah. Dan ini akan berjalan hingga berusia 30 tahun. Dan usia 30 tahun adalah hal yang sangat menyedihkan bagi wanita yang masih single. Inilah kenyataan yang benar-benar terjadi di tempat tinggal saya - yang merupakan kota kecil dan kolot. Dan ketika Anda berusia 30 tahun (dan belum menikah), orang-orang akan menyebut Anda sebagai wanita yang gagal, menyedihkan, jelek, atau apapun itu.”

“Mereka sudah ditanya ketika masih sangat muda, sekitar 3-4 tahun, siapa yang akan dinikahi kelak? Mereka menanamkan nilai bahwa satu-satunya tujuan hidup adalah menikah. Bahkan ketika masa sekolah mereka diberitahu bahwa masa depan perempuan adalah di rumah suaminya. Lantas bagaimana jika seseorang benar-benar belum bisa menikah? Apakah dia harus menyalahkan dirinya sendiri?”

Abdul Aal mulai menuliskan ceritanya di blog tahun 2006. Dia menggunakan blognya sebagai sarana untuk menceritakan pengalamannya dalam pencarian pasangan hidup. Dia menjadikan blognya untuk mengekspresikan hal-hal yang yang lucu dan menarik. Dia mengatakan ini merupakan persoalan nyata yang terjadi di Mesir. Tetapi dia juga sangat serius dalam mencari suami yang dia ungkapkan melaui blognya.

Salah satu masalah yang ditulisnya adalah tentang tradisi di Mesir yang disebut Gawaaz al-salonat. Dalam tradisi ini, seorang pria datang mengunjungi seorang wanita dirumahnya. Si pria, si wanita, dan orang tua kedua belah pihak bertemu dalam waktu yang sangat singkat. Setelah itu si wanita harus memutuskan apakah dia mau menikah si pria atau tidak. Tentu saja setiap orang ingin si wanita menerima si pria dengan cepat- meskipun dia tidak benar-benar menyukainya. Tetapi Ghada Abdul Aal berpendapat ini adalah waktu yang terlalu singkat untuk membuat suatu keputusan yang sangat besar.

“Terkadang, ketika Anda meminta waktu untuk mempertimbangkannya, si pria akan marah. Dia akan berpikir ‘mengapa mesti dipertimbangkan? Tidakkah kamu melihat aku pria sempurna? Tidakkah kamu tahu aku hebat? Apa lagi yang kamu butuhkah? Aku adalah anugerah Tuhan untuk para wanita. Aku punya apartemen. Aku punya pekerjaan. Bagaimana kamu menolaknya?”

Baik wanita maupun pria seakan-akan melihat cerminan dirinya dalam pengalaman yang diungkapkan Ghada Abdul Aal. Dalam program televisi “I want to get married”, tokoh utamanya adalah Ola. Ola adalah karakter yang aslinya merupakan sosok Ghada Abdul Aal itu sendiri. Ola tidak hanya sekadar ingin menikah. Dia menginginkan suami yang baik. Dia menginginkan suami yang akan benar-benar menjadi mitra dan teman hidupnya.

“Jika tujuan Ola hanya sekadar ingin menikah, dia akan menerima pria pertama yang pernah dekat dengannya dalam hidupnya. Tetapi ketika dia menganggapnya sebagai pria yang tidak baik, dia menolaknya dan melanjutkan pencarian. Dia mencari seseorang yang akan membantunya dalam melengkapi hidupnya. Banyak orang datang kepada saya setelah saya menulis buku itu. Mereka seolah-olah merasakan dirinya sendiri dalam karakter tokohnya.”

Program televisi “I want to get merried” menunjukkan bagaimana para pria dan wanita menemukan jalan mereka untuk mengatasi permasalahan tersebut yang berpengaruh dalam pernikahan. Ini memberi pesan bahwa para wanita ingin dilibatkan dalam proses pernikahan. Mereka tidak ingin hanya keluarganya lah yang membuat keputusan. Mereka ingin mengenal lebih jauh dengan seorang pria sebelum menghabiskn sisa umur mereka bersama.

“I want to get married” mendorong pandangan baru tentang pernikahan di Mesir.



In English;



Ola is a young woman living in Egypt. She is about 30 years old, and people have been telling her to get married. A man visits her house. He wants to marry Ola. Some people say that he is the perfect man. He looks beautiful, he has a good job, and he lives in the country of Italy. Ola believes that she may be in love with him. She may finally get married! But then she discovers a problem. The man is already married to an Italian woman! The man's mother explains that she wants him to take a second wife. Egyptian Islamic law permits the man to have four wives. That way, the mother says, he will spend more time in Egypt. Ola is very angry! This is not what she expected at all! Ola and her mother throw the man out of their house.

This short story is from a television program called I Want To Get Married. This show is based on a book. And the book is based on an internet blog by Ghada Abdul-Aal. She writes about her experiences as a young woman looking for a husband.
In any culture, there are many traditions young people follow to get married.

Traditionally in Egypt, everything a young man and woman need for their new marriage must be purchased before they get married. This means everything must be new, even things like clothes and furniture. It also means that the newly married young people must have a place to live - a house or apartment. Traditionally, the man pays for these things. Then, there is also the money for the big wedding parties and the wedding itself. For some people these things may cost more than 15 times the money they make in a year!

Many young people in Egypt just do not have the money to meet these traditional needs. Information from Egypt's Population Council shows that many young men are not employed. Housing prices are also currently very high in Egypt. And there are few houses available. These conditions make many young people in Egypt afraid of their futures. Men may save their money until they have enough to marry. But this may take a few years.

Economic conditions cause some of these problems. But many people also blame women for this problem. They say that women are being too choosey about who they are going to marry. Women want to have a say in who they marry. And they are demanding better qualities in the men they agree to marry. Some people say these are new things that women are requiring.

Ghada Abdul-Aal is a medical professional. She has earned a pharmacy degree. And she is 31 years old and she is not married yet. This, she says, is a real problem. And it is a real problem many young people like her face.
"Yes, the problem starts just after we graduate college. And it goes until you are 30. And 30 is like a death sentence for single women. That is especially true in my home town because it is small and conservative. And when you are 30, it is like people mark you as a failure, or pathetic or ugly or whatever."

And she says the pressure to get married begins even when girls are very young.
"They ask young girls here when they are three or four, who would you like to marry? They plant the idea that your only purpose in life is to get married. Even after she goes to school they tell her that a girl's only future is in her husband's home. So what happens when a girl for any reason cannot get married? Should she set fire to herself?"

Abdul-Aal began her blog in 2006. She used the blog to tell about her experiences finding a husband. Often her blog is very funny. She makes fun of herself and the situations she lives through. She says this is a very popular way of dealing with problems in Egypt. But the blog also deals with the very serious subject of finding a partner to marry - a person to share your life with.

One problem Abdul-Aal wrote about was the Egyptian tradition called Gawaaz al-salonat. In this custom, a man comes to visit a woman at her home. The man, the woman, and both sets of parents meet for a short time. After this time, a woman answers if she will marry the man or not. Usually everyone wants the woman to accept the man very quickly - even if she does not necessarily like him. But Abdul-Aal thinks this is too short a time to make such a big decision.

"Sometimes, when you ask for more time, he will be angry. He will think 'Why do you need more time? Can you not see I am perfect? Can you not see I am great? What else do you need? I am God's gift to women. I am a man; I have an apartment; I have a job. How can you say no?'"

Women and men both see themselves in these experiences. In the television program I Want To Get Married, the main character is Ola. Ola is a character based on Ghada. Ola is not just looking to get married. She also wants a good husband. She wants a husband who will be a true partner and friend.

"If Ola's goal was just to get married, she would have accepted the first man to enter her life. But when she sees that he is not good, she refuses him and moves on. She is looking for someone who will help complete her life. Many women came up to me after I wrote the book. They see themselves in the main character."

The television program I Want To Get Married shows how women and men are finding their way through these new issues affecting marriage. It makes the point that women want to be involved in the marriage process. They do not just want their families to make the decision. They want to spend time with a man before they spend the rest of their lives together.
I Want To Get Married is encouraging new thinking about marriage in Egypt.

Source : http://www.Radio.English.net

BAHASA GLOBAL ( A GLOBAL LANGUAGE)


BAHASA DUNIA (A GLOBAL LANGUAGE)

“Saluton.”

“Saluton. Kiel vi fartas?”

“Bonege, dankon.”

Pernahkan Anda mendengar bahasa tersebut? Barangkali ini terdengar seperti bahasa-bahasa di negara-negara Eropa, semisal bahasa Spanyol dan Jerman. Tetapi bukan keduanya. Melainkan bahasa Esperanto. Mungkin Anda pernah mendengar sebelumnya. Yakni bahasa dunia paling terkenal yang pernah ditemukan.

Konflik dan kekacauan berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat. Hal ini membuat beberapa orang melarikan diri dan bersembunyi. Serta membuat orang lain merasa marah terhadap dunia dan orang-orang di dalamnya. Namun beberapa orang mencoba dan menemukan sebuah cara untuk merubah keadaan.

Ludovic Lazurus Zamenhof adalah salah satu dari orang-orang tersebut. Zamenhof lahir pada tahun 1859. Dia tinggal di kota Bialystok, Polandia. Pada waktu itu kota tersebut merupakan bagian dari wilayah Russia. Ada tiga kelompok etnis utama di kota tersebut; Poles, Belorussia, dan Yahudi. Konflik antara ketiga kelompok tersebut membuat prihatin Zamenhof muda.

Sebagai seorang Yahudi, kehidupan tidaklah mudah. Beberapa tahun lalu, banyak orang-orang Yahudi melarikan diri ke Polandia untuk keselamatan. Tetapi onflik terus berlanjut. Bahkan anak-anak merupakan bagian dari konflik. Mereka berkelahi di sekolah dan di jalan-jalan. Zamenhof tumbuh di sebuah lingkungan dengan kebencian dan ketakutan yang mendalam.

Bagaimanapun Zamenhof tidak merasakan kebencian dan kemarahan di dalam dirinya. Beberapa orang mengatakan ibunya lah yang membuatnya menjadi pribadi yang baik. Ibunya percaya bahwa semua manusia adalah anak dari tuhan yang tercinta (sesuai keyakinannya). Zamenhof muda mulai memikirkan cara-cara untuk merubah lingkungan di mana dia tinggal.

Zamenhof percaya bahwa hambatan-hambatan dalam berbahasa merupakan bagian besar dari permasalahan. Dia berpikir jika orang-orang berbicara bahasa yang sama, mereka akan berkomunikasi dengan lebih baik. Sebagai seorang bocah, dia percaya bahwa persamaan bahasa akan mengakhiri kebencian. Dia memimpikan sebuah akhir dari kebencian politik dan rasial. Dia memimpikan sebuah dunia yang bersatu.

Zamenhof memulai percobaan dalam pembuatan suatu bahasa internasional. Pada awalnya dia mencoba menciptakan sebuah bahasa dengan kaya tata bahasa. Tetapi ini menjadi sangat sulit dipahami. Zamenhof mempelajari banyak bahasa, termasuk Bahasa Jerman, Perancis, Latin, dan Yunani. Dia memutuskan bahwa bahasa internasional harus sesederhana mungkin. Dia bekerja keras selama bertahun-tahun. Dia memulai dengan “uji” bahasa.

Bagaimana ia menguji suatu bahasa yang baru? Zamenhof mencoba menterjemahkan buku-buku, cerita-cerita, doa-doa yang ada, dan bagian dari injilnya kaum kristiani. Mari kita dengar bagaimana hasilnya Esperanto.
“Cio estigis per li; kaj aparte de li estigis nenio, kio estigis. En li estis la vivo, kaj la vivo estis la lumo de la homoj. Kaj la lumo brilas en la mallumo, kaj la mallumo gin ne venkis.”
Yang artinya, “dan dengan kata ini, Tuhan menciptakan segala sesuatu. Tiada satupun dibuat tanpa kata (nama). Segala yang diciptakan Tuhan menerima kehidupan darinya. Dan kehidupan-Nya memberi cahaya untuk semua orang. Cahaya terus bersinar dalam kegelapan. Dan kegelapan tidak pernah menghentikan kegelapan.”

Setelah Zamenhof telah menguji bahasa tersebut, dia mempublikasikan bukunya. Dia menyebutnya, ‘Lingvo internacia. Antauparolo kaj plena lernolibro.’ Yang artinya ‘Bahasa Internasional, prakata dan buku teks.”
Zamenhof tidak mencantumkan nama aslinya dalam buku itu. Dia menggunakan nama ‘Doktoro Esperanto.’ Yang artinya ‘doktor yang penuh harapan’
Jadi, coba kita lihat Esperanto lebih dekat. Sekitar 75% dari kosakatanya berasal dari bahasa latin dan bahasa Romance seperti bahasa Perancis.

Sekitar 20% berasal dari bahasa Jerman dan Inggris. Dan sisanya berasal dari bahasa Russia, Polandia dan Yunani. Alfabet Esperanto memiliki 28 huruf. Huruf tersebut merupakan ‘phonetic’, artinya masing-masing diucapkan sesuai dengan tulisannya. Tidak ada pengecualian. Kebanyakan tata bahasa dari Esperanto mengikuti satu dari 16 aturan dasar tata bahasa Inggris.
Dalam esperanto semua kata benda berakhir dengan ‘O’. Contoh, kata ‘bird’ (burung dalam bahasa Inggris) adalah ‘birdo.’ Jika Anda ingin mengatakan lebih dari satu ‘bird’, ini menjadi ‘birdoj’

Berikut adalah hal menarik lainnya. Jika Anda menambahkan ‘mal’ di awal kata, hal ini akan menjadikan lawan katanya. Contoh- alta berarti tinggi. Malalta berarti pendek (rendah). Seka berarti kering. Malseka berarti basah. Pura berarti besih. Bisakah Anda menebak untuk kotor? Malpura!

Tidak satupun orang mengetahui dengan pasti berapa banyak penutur Esperanto. Beberapa orang menaksir sekitar 2.000.000. hal ini berdasarkan informasi sebagaimana jumlah penjualan buku bahasa Esperanto dan pengguna internet. Esperanto kebanyakan digunakan di Eropa bagian timur dan tengah.

Penutur Esperanto telah mengembangkan beberapa adat kebiasaan tertentu yang mirip. Tetapi banyak orang memperdebatkan bahwa ‘bahasa internasional’ seharusnya tidak memiliki budaya tertentu. Mereka mengatakan bahwa suatu bahasa internasional seharusnya menghindari pembagian rasial dan kultural.

Penutur Esperanto mengatakan bahwa bahasa Esperanto menjadikan komunikasi lebih mudah ketika bepergian. Mereka mengatakan bahwa Esperanto adalah bahasa kedua yang baik- lebih baik daripada yang lainnya seperti bahasa Perancis, Spanyol, Inggris.


Faktanya, orang-orang di beberapa tempat di dunia menggunakan bahasa-bahasa tersebut-lebih banyak daripada Esperanto. Tetapi ada banyak juga penutur asli bahasa-bahasa tersebut.

Ide dari Esperanto adalah bahasa ini menjadikan setiap orang sederajat- karena bahasa tersebut tidak dimiliki kelompok tertentu manapun. Bahasa Esperanto dimiliki komunitas internasional! Zamenhof berharap bahwa ini akan mempersatukan semua orang- dan membantu sebuah dunia yang damai.

Banyak orang memperdebatkan bahwa bahasa itu sendiri tidak dapat menciptakan kedamaian. Orang-orang di negara yang sama, dengan bahasa dan budaya yang sama pun masih berselisih dan bertengkar.

Zamenhof adalah seorang yang idealis. Dia percaya bahwa dunia bisa berubah. Secara, bahasa tersebut dinamakan ‘Esperanto’-‘seseorang yang berharap.’ Dan seseorang yang memiliki harapan dapat melakukan lebih banyak daripada seseorang tanpa harapan! Zamenhof tidak melihat realisasi mimpinya di sepanjang hidupnya.

Masih ada kesalahpahaman dan perdebatan di antara orang-orang. Tetapi Esperanto telah menyatukan banyak orang lintas dunia. Ia melintasi setidaknya beberapa bagian rasial dan budaya. Di sebuah situs internasional untuk penutur Esperanto, seseorang telah menulis,
“Menjadi seorang penutur Esperanto berarti bahwa saya adalah bagian dari komunitas dunia. Mereka adalah orang-orang yang meyakini kesetaraan-seperti saya. Mereka berseru seperti ‘kita terlahir setara’ Esperanto membebaskan orang-orang mengungkapkan ide-ide tersebut.”


Materi diambil dari http://www.radioenglish.net.


In English :

A GLOBAL LANGUAGE

“Saluton.”

“Saluton. Kiel vi fartas?”

“Bonege, dankon.”

Did you recognize that language? It sounds European - a little like Spanish, or German. But it is neither. It is called Esperanto. You may have heard Esperanto before! It is the most popular invented world language. Today’s Spotlight is on Esperanto.

Conflict and troubles affect people in different ways. They make some people want to run and hide. And they make other people feel angry at the world and the people in it. But some people try and find a way to change things.

Ludovic Lazurus Zamenhof was one of these people. Zamenhof was born in 1859. He lived in the city of Bialystok, Poland. At that time the city was part of Russian territory. There were three major ethnic groups in the city; Poles, Belorusians and Yiddish-speaking Jews. The conflicts between these groups saddened the young Zamenhof. As a Jew, life was not easy. Several hundred years ago many Jews fled to Poland for safety. But conflicts continued. Even children were part of the conflicts. They had fights in the schools and on the streets. Zamenhof grew up in an environment of deep hatred and fear.

However, Zamenhof did not feel hatred and anger in his heart. Some people say that his mother helped to create his good nature. His mother believed that all human beings were children of a loving God. The young Zamenhof began to think of ways to change the hostile environment he lived in.

Zamenhof believed that language barriers were a big part of the problem. He thought that if all people could speak the same language, they would communicate better. As a child, he believed that a common language would end hatred. He dreamed of an end to political and racial hatred. He dreamed of a united world.

Zamenhof began experimenting in creating an international language. In the beginning he tried to create a language with rich grammar. But this became very complex. Zamenhof learned many languages, including German, French, Latin and Greek. He decided that the international language must be as simple as possible. He worked hard for many years. He began by ‘testing’ the language.

How do you test a new language? Well, Zamenhof tried translating existing books, stories, prayers and parts of the Christian Bible. Let us hear how Esperanto sounds!
“Cio estigis per li; kaj aparte de li estigis nenio, kio estigis. En li estis la vivo, kaj la vivo estis la lumo de la homoj. Kaj la lumo brilas en la mallumo, kaj la mallumo gin ne venkis.”
In English this means, ‘And with this Word, God created all things. Nothing was made without the word. Everything that was created received its life from him. And his life gave light to everyone. The light keeps shining in the dark. And darkness has never put it out.’

After Zamenhof had tested the language he needed to publish his book. He called it, ‘Lingvo internacia. Antauparolo kaj plena lernolibro.’ This means ‘International Language. Foreword and Complete Textbook.’ Zamenhof did not put his real name on the book. Instead he used the name ‘Doktoro Esperanto.’ This means ‘Doctor Hopeful.’
So let us take a closer look at Esperanto. About 75% of the words come from Latin and Romance languages like French. About 20% come from German and English. And the rest comes from Russian, Polish and Greek. 28 letters form the Esperanto alphabet. And the language is ‘phonetic’ - you say every word exactly as it is written. There are no exceptions. Most of the grammar of Esperanto follows one of 16 basic rules.
In Esperanto all nouns end with ‘O’. For example the noun bird is ‘birdo.’ If you have more than one bird it becomes ‘birdoj’.

Here is another interesting thing. If you add ‘mal’ to the beginning of a word, it gives the word the opposite meaning. For example - alta means tall. Malalta means short. Seka means dry. Malseka is wet. Pura is clean. Can you guess what dirty is? Malpura!

No one knows exactly how many people speak Esperanto. Some people estimate around 2,000,000. This is based on information such as sales of Esperanto language books and Internet users. Esperanto is most common in Central and Eastern Europe. Speakers of Esperanto have developed some similar customs. But, many people argue that an ’international language’ should not have its own culture. They say that an international language should avoid cultural and racial divides.

Speakers of Esperanto say that the language makes communication easier when travelling. They say that Esperanto is a good second language - better than others like French, Spanish or English.

People in many places in the world use these languages - more than Esperanto! But there are also many native speakers of these languages. The idea of Esperanto is that it makes everyone equal - because it does not ‘belong’ to any particular group. It belongs to the international community! Zamenhof hoped that this would unite people - and help create a peaceful world.

Most people argue that language alone cannot create peace. People in the same country, with the same language and culture still argue and fight.

Zamenhof was an idealist. He believed that the world could change. After all, the language is called ‘Esperanto’ - ‘one who hopes.’ And a person who has hope can do more than a person without hope! Zamenhof did not see his dream in his lifetime. There is still misunderstanding between people. But Esperanto has united many people across the world. It has crossed at least some cultural and racial divides. On an international website for Esperanto speakers, one person wrote,
“Being a speaker of Esperanto means that I am part of a worldwide community. They are people who believe in equality - like me. There are sayings like ‘We are all born equals.’ Esperanto lets people express these ideas.”


The writer of today’s program was Marina Santee. At http://www.radioenglish.net

Jumat, 20 Januari 2012

HARGA SYUKUR


Hargailah waktu dengan mengisinya untuk hal-hal yang membesarkanmu, maka ia akan memberimu kedamaian.

Hargailah ilmu dengan menambahkan dan mengembangkannya, maka ia akan membimbingmu di setiap langkah.

Hargailah orang lain dengan memulikannya, maka mereka akan merelakan diri berkembang bersamamu untuk kemudahan jalanmu.

Hargailah Harta dengan sebaik-baiknya penyaluran, maka mereka akan senantiasa ada ketika engkau butuhkan.

Hargailah akal dengan mengasah dan memberinya asupan yang baik, maka ia menyediakanmu pengertian-pengertian bermanfaat.

Hargailah kesehatan dengan menjaga dan merawatnya, maka ia akan senantiasa bersamamu untuk upaya maksimalmu.

Hargailah pengaruhmu dengan kesungguhan pelayanan, maka ia akan menyejukkan hatimu.

Dan hargailah segala anugerah Tuhan yang telah diberikan untukmu. Semakin engkau menghargainya, semakin engkau mensyukurinya. Dan semakin kengkau mensyukurinya, mereka akan semakin membahagiakanmu dan tetap membawa keberkahan untukmu.
Stay grateful guys...!

Rabu, 18 Januari 2012

BERDAMAILAH DENGAN RASA KANTUK


Anda sering mengantuk? Atau anda malah tergolong tipe orang yang cepat mengantuk?.

Akhir-akhir ini saya seringkali merasa ngantuk di kelas ketika menjelang siang. Lebih-lebih saya memang terbiasa dengan aktivitas tidur siang. Jadi sekitar jam sebelasan merupakan waktu yang sangat dramatis bagi saya. Waktu penuh dengan perjuangan, yakni perjuangan melawan rasa kantuk. Glek! XD

Mengantuk saat beraktivitas adalah permasalahan klasik. Terlebih bagi anda yang jam tidurnya kurang di malam harinya. Rasa kantuk memang dapat menyerang siapapun, kapanpun dan di manapun. Di kantor, di sekolah, di rumah, apalagi di kamar. Hehe :D
Hal ini memang menghambat aktivitas, sehingga produktivitas kerja pun menurun. Saran saya, jangan diambil pusing, khawatir, apalagi marah! Emang mau marah sama siapa? O_o

Damaikan dulu perasaan anda lalu ambil tindakan untuk mengatasinya(mengutip perkataan pak Mario Teguh) hihihi

Berikut ada beberapa tips atau cara sederhana yang biasa saya lakukan untuk mengatasi rasa kantuk ketika berada dalam kelas. Saya membaginya menjadi beberapa kategori. Wuih, keren kan? :D

1. Cara aman dan murah
- Usaplah wajah Anda dengan kedua tangan beberapa kali.
- Tarik nafas dalam-dalam dan keluarkan dengan pelan sambil sedikit melebarkan kedua mata Anda. Ingat! Hanya sedikit. Jangan sampai terlalu melotot sehingga menakuti teman sebelah Anda :D
- Goyangkan kepala Anda ke kanan dan ke kiri. Semacam senam kecil untuk kepala. (pastikan tidak ada tembok di samping Anda)
- Jika masih terasa ngantuk, pergilah ke kamar kecil untuk membasuh muka Anda.

2. Cara berbayar
Cara ini sedikit mengeluarkan biaya, hanya sedikit!
Pergilah ke kantin atau koperasi untuk membeli makanan dan minuman ringan. Atau lebih baik jika Anda mempersiapkannya dari rumah.
Tapi jangan ngemil terlalu banyak. Karena jika berlebihan Anda akan semakin mengantuk tentunya.

3. Cara kurang aman tapi murah
Sapalah teman di samping Anda. Ajak ngobrol. Kalau bisa cari topik yang bisa mengundang tawa. Cara ini sangat cocok bagi Anda yang mempunyai selera humor, terlebih lagi jika teman anda mempunyai hal yang sama. Metode tersebut akan membuat Anda segar lagi dan lebih rileks. Ini adalah cara unik tapi berisiko. Karena akan membuat guru, dosen, atau atasan anda marah dan juga mengganggu teman Anda. Selain itu Anda akan ketinggalan materi yang sedang disampaikan.

Terserah cara mana yang paling disukai dan sesuai dengan diri Anda. Akan lebih baik lagi jika Anda menemukan metode sendiri yang cocok bagi diri Anda.
Bagaimanapun caranya, yang penting tujuan kita adalah menunda rasa kantuk sampai datang waktunya untuk istirahat. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat. ^_^

Selasa, 27 Desember 2011

Formula Doremi


Akhir-akhir ini saya suka sekali mendengarkan lagu “Doremi”-nya Budi. Lagu sederhana tapi sangat unik. Pertama kali mendengarkan lagu ini, musiknya “easy to listen” yang didominasi suara gitar akustik. Namun yang paling membuat saya tertarik adalah liriknya. Bukan dari isinya, melainkan rangkaian kata-katanya.

Dilihat dari judulnya, barangkali sudah bisa ditebak. Ya, dari akronim “do-re-mi-fa-sol-la-si-do” itulah lirik lagu dibangun. Dan kemudian dikembangkan menjadi lagu yang kreatif.

Terisnpirasi dari lagu tersebut, saya mencoba menguraikan “doremi” versi saya sendiri. Meskipun belum mengantongi izin dari pengarang lagu, mudah-mudahan bukan merupakan hal yang ilegal. Hehehe!

Semua orang memiliki impian pastinya. Untuk menggapainya, setiap orang harus memiliki sebuah langkah-langkah atau cara sendiri. Berikut adalah formula DOREMI yang menurut saya telah dilakukan oleh banyak orang-orang yang sukses di bidangnya.

Do : Dorongan yang kuat (Motivation)
Ro : Rencana yang baik (Plan)
Mi : Miliki keteguhan hati (Persistency)
Fa : Fahami hal-hal yang membuatmu malas dan hindarilah (Learn)
So : Solat dan berdoalah kepada tuhan (Pray)
La : Lakukan ikhtiar dan sepenuh hati (Action)
Si : Sisihkan waktu untuk evaluasi (Evaluation)
Do : Do not forget to share your success to other people (concern)

Mungkin terkesan dipas-paskan, tapi lebih baik pakai uang pas dari pada tidak ada kembalian (maksudnya??? Hahaha).

Bisa jadi setiap orang memiliki formula yang berbeda untuk sukses. Tapi percayalah segala sesuatu mempunyai harga yang harus dibayar. Dan “formula” akan memudahkan anda untuk mencapai impian. Jadi, nyanyi yuk, Do...re...mi... (^_^)

Senin, 26 Desember 2011

Energi Waktu


“Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, energi hanya dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya”. Begitulah bunyi salah satu pelajaran Fisika. Hukum kekekalan energi ini mempunyai kesamaan dengan waktu, yakni sama-sama tidak dapat diciptakan (oleh manusia).

Namun berbeda dengan energi yang tidak bisa musnah, waktu akan senantiasa musnah (hilang) di setiap detiknya. Digunakan ataupun tidak.

Kita semua punya waktu yang sama. 24 jam dalam satu hari, 7 hari dalam seminggu, dst. Modalnya sama antara satu orang dengan yang lain. Tetapi jika kita perhatikan, ada beberapa orang mencapai hasil yang lebih banyak, besar, dan bermanfaat. Sementara sebagian yang lain hanya biasa-biasa saja.

Ternyata perbedaan mencolok terdapat pada “pengubahan” atau pemindahan dari penggunaan “energi” tersebut. Ada yang menggunakannya dengan pekerjaan yang membuatnya “merangkak”, “berjalan”, atau “berlari” menuju impiannya. Tidak sedikit pula orang yang menghabiskannya hanya untuk hal-hal yang malah membuatnya malah menjauh dari tujuan hidupnya.

Mengutip sebuah iklan layanan masyarakat yang kurang lebih berbunyi “bijaklah dalam penggunaan energi listrik untuk masa depan yang lebih baik”. Begitu pula seharusnya dalam penggunaan waktu. Sehingga, jika semakin bijak seseorang menggunakan waktunya, maka akan menjadi semakin besar energi yang dimilikinya untuk mengejar impiannya.

Minggu, 25 Desember 2011

Modal


Beberapa hari yang lalu, seorang teman merasa khawatir menjelang ujian atau evaluasi bulanan. Evaluasi tersebut digunakan sebagai tolak ukur efektivitas proses belajar mengajar. Ujian ibarat pertanggungjawaban atas segala kegiatan para siswa untuk dinilai dan dilaporkan. Setiap kegiatan selalu dievaluasi dan dipertanggungjawabkan.

Di lain tempat, setiap perusahaan akan mengadakan pertemuan rutin yang biasanya diadakan sebulan sekali sebagai ajang evaluasi atas kinerja di setiap lininya, entah bagian keuangan, pemasaran, SDM, maupun operasinya. Hal ini dilakukan salah satunya untuk menemukan kesalahan atau kelemahan yang harus diperbaiki.

Nah, bagaimana dengan kehidupan kita? Apakah sama?

Mari kita simak.

Allah memberi kita modal yang berupa waktu, kesehatan tenaga dan pikiran, dan juga rizki berupa uang yang diberikan melalui perantara orang lain. Kita diberi waktu 24 jam dalam sehari, tenaga yang prima saat bangun tidur, pikiran yang bisa menghafal, mengingat, dan menghasilkan ide-ide brilian, maupun uang yang berapapun jumlahnya.

Sudahkah kita optimal menggunakannya sesuai dengan tujuan pemberian?

Tanyakan pada diri kita masing-masing jawabannya.

Barangkali kita belum menemukan jawaban yang pasti, atau memang dianggap sebagai hal yang kurang begitu penting untuk ditemukan jawabannya. Namun yang pasti, setiap modal yang diberikan akan dimintai pertanggung jawaban nantinya.

Sama seperti ujian semester para siswa di sekolah atau rapat evaluasi bulanan di perusahaan, kita nantinya akan menemui masa pertanggung jawaban atas “modal” yang kita terima. Masa itu adalah ketika kita menghadap sang Khaliq.

Meski demikian terdapat hal berbada terjadi. Jikalau ujian sekolah maupun rapat evaluasi masih ada kesempatan untuk berbuat lebih baik di periode selanjutnya, namun kehidupan yang telah diambil tidak akan dikembalikan lagi meskipun hanya sedetik. Sekali dicabut tidak akan dikembalikan. Siap ataupun tidak.

Di sinilah kita tersadarkan tentang kehati-hatian dalam penggunaan modal tersebut, dan seberapa jauh kesiapan untuk mempertanggungjawabkannya. Kapanpun dan di manapun. Jadi, siapkah kita mempertanggungjawabkannya sekarang?

Minggu, 09 Oktober 2011

Tetaplah Menatap Bintangmu


Malam kemarin cuaca sangat cerah. Kilauan bintang tampak ramai menghiasi gelapnya langit. Hingga waktu shubuh masih tampak kesejukan mereka yang tersorot oleh mata. Aku sibukkan mataku menyisiri angkasa yang penuh dengan milyaran bintang berhamburan. Senang rasanya. Hingga hasrat kekanak-kanakanku muncul untuk memetik meraka yang bergelantungan di sana.

Sesaat setelah kupuaskan indera penglihatanku dengan benda-benda yang gemerlap tersebut, mataku terhenti dan fokus pada satu bintang yang paling terang diantara mereka. Cahayanya begitu terang dan kilauannya yang menawan. Belum lama aku memandanginya, hatiku mulai bergemuruh.

“Pantaskah?” kata hatiku.

“Bisakah?” bisiknya kemudian.

Akupun tidak tahu mengapa demikian. Aku mulai berpikir untuk menerjemahkannya. Bayang-bayang masa lalu yang kelam hadir. Sederet daftar kegagalan dan ketidakpuasan diri terpampang kembali di pikiran.

“ah, hiraukan!” pinta sisi hatiku yang lain.

Sekejap kutenangkan diri, kupejamkan mata, menarik nafas dalam, kuhembuskan sambil kubuka kembali mataku.

“tak akan kubiarkan kegalauan membuat mendung di hati.” batinku berbisik.

Kehangatan pancaran bintang-bintang tersebut seakan menyapu debu kegelisahanku. Aku menyadari banyaknya kesuraman di masa laluku, tidak sedikit pula kegagalan di belakang yang senantiasa menarikku mundur kala mulai bergerak ke depan.

Namun naluriku tak lelah membelaku, tak segan membimbingku berjalan, dan tak henti-hentinya berbisik “tetaplah menatap bintangmu”

Iya, bintangku masih selalu bersinar terang di hadapanku. Tak peduli seberapa gelapnya dibelakangku. Aku harus terus melangkah ke depan. Aku juga tidak perlu khawatir, karena bintangku yang begitu indah senantiasa menemaniku berjalan.

Sabtu, 08 Oktober 2011

Baik Itu Menenangkan



Saat berbohong ada rasa yang mengganjal di hati. Sesak dan terasa tidak nyaman. Ketika kebohongan yang dilakukan ternyata ketahuan. Malu kan yang didapat. Demikianlah bohong yang merupakan sikap tercela yang tidak patut dilakukan oleh siapapun, apapun profesinya. Belum lagi bohong itu bikin orang ketagihan, terbukti satu kebohongan akan diikuti kebohongan-kebohongan yang lain untuk menutupinya.

Memang kita semua pernah dihadapkan dalam situasi sehingga kita tergoda untuk berkata bohong. Entah itu hanya cerita yang ditambah-tambahkan biar terkesan lebih seru, atau bohong untuk menutupi sesuatu yang mana kita akan malu jika berkata jujur. Semua itu tetap akan membuat hati kita tidak tenang.

Pada lebaran kemarin, saya diberi kesempatan untuk bisa berkunjung ke rumah beberapa guru-guru saya ketika SMA. Disamping rumah dari guru-guru saya tersebut tidak terlalu jauh dari tempat tinggal saya, ada beberapa guru yang memang ingin sekali saya temui. Rasa kangen dan semangat silaturrahim itulah yang melatarbelakanginya.

Sudah merupakan keniscayaan jika bertemu dengan seseorang topik perbincangan sebagai pembuka adalah kabar dan kesibukan, kemudian bagaimana perkembangan dari apa yang ditekuni tersebut. Tampak sederhana dan tidak ada yang aneh untuk ukuran normal. Tapi akan menjadi lain bahkan berat bagi sebagian orang.

Saya pribadi yang seharusnya sudah bisa lulus atau sedang dalam tahap akhir dibangku perkuliahan, malah sedang menghadapi masa yang saya anggap sebagai penataran mental dan kesabaran. Bagaimana tidak, jangankan tugas akhir atau skripsi, saya dipusingkan dengan mata kuliah yang hanya selesai sekitar 55% dari seharusnya yang sudah ditempuh, itupun belum terhitung beberapa mata kuliah yang harus mengulangi karena nilai di bawah standard. Wow, keterlaluan sekali diri ini. Hihihi.

Itulah yang saya anggap sebagai sesuatu yang berat ketika seseorang bertanya, “gimana kuliahnya?”, “kapan lulus?”, atau “sudah sampai bab berapa skripsinya?”. Kayaknya saya akan sulit memberikan jawaban meskipun saya buka buku atau cari di internet. Ada-ada saja. Haha.
Tidak ada alasan saya melarang guru-guru saya atau orang lain bertanya seperti itu. Apalagi memarahinya.

Sayangnya saya sering terpeleset untuk berbohong jika dalam kondisi demikian. Motivasi saya sih untuk menyelamatkan muka. Tapi apa gunanya muka selamat tapi tangan, kaki, serta badan lecet dan luka-luka. Hehehe.

Maksudnya saya terpaksa berbohong agar tidak malu. Meskipun sebenarnya saya tidak akan didenda uang atau dipukuli sampai memar kalau berkata apa adanya. Dan kita seharusnya patut bertanya ketika terbesit pernyataan “terpaksa bohong”, emang sebegitu daruratkah harus memaksakan diri?

Berbohong adalah sikap yang salah, dan berbuat salah membuat kita tidak akan tenang. Bayangkan kalau kita sering berbohong, maka otomatis kita banyak kesalahan, dan itu menyebabkan hati kita kerap gelisah. Siapa sih yang mau hidup dalam bayang-bayang kegelisahan? Ayam pun juga bete kalau sering dibikin gelisah (tidak dikasih makan-red).

Sebenarnya tuhan telah memerintahkan kita untuk senantiasa berbuat kebaikan, karena kebaikan selau mendatangkan ketenangan. Singkatnya, sesungguhnya kitalah yang butuh berbuat baik untuk kepentingan diri kita sendiri.

Sudah terlalu capek jiwa ini dengan beban kegelisahan. Perlu adanya perubahan sikap untuk menjadikannya lebih tenang dan tentram. Berkata jujur dan apa adanya terkadang berisiko malu, tetapi malu yang hanya sesaat tidaklah seimbang jika ditukar dengan rasa gelisah berkepanjangan karena berbohong. So, tidak ada alasan lagi bagi kita semua untuk tidak menjadikan diri kita menjadi pribadi yang bahagia karena bisa hidup dalam ketenangan dan ketentraman batin.

Jumat, 07 Oktober 2011

Hijrah Mengukir Sang Mimpi


Pada awal penyebaran ajaran agama islam, kata “hijrah” sangatlah berarti dari dari segi historis. Bisa dikatakan sejak hijrah atau perpindahan yang dilakukan Nabi Muhammad dan para sahabatnya itulah merupakan titik balik dari kebangkitan kekuatan islam yang kala itu sangat lemah akibat desakan dan teror yang dilakukan para musuh-musuh beliau, yakni kaum kafir quraisy.

Semangat itu jua yang melatarbelakangiku untuk menjemput mimpiku. Ya, impian yang ingin sekali aku realisasikan.

Aku memiliki catatan buruk tentang pendidikan formalku. Banyaknya mata kuliah yang harus diulangi menunjukkan kuliah yang berjalan tidak mulus. Jangankan prestasi akademis, nilai standard pun adalah pemandangan langka di LHS (Lembar Hasil Studi) ku.

Hubungan kurang hangat dengan teman seangkatan semakin melengkapi atribut diriku sebagai mahasiswa yang kurang diperhitungkan. Ditambah lagi ulahku yang tidak mengerjakan tugas sempat menimbulkan ketegangan hingga salah satu teman sekelasku menangis.

Suatu keadaan mengharuskanku untuk memutuskan sesuatu demi masa depanku. Aku harus hijrah!. Hijrah dari keadaan yang hanya menghabiskan energi, pikiran, dan uang pada sesuatu yang aku anggap sia-sia.

Dalam ketermenunganku kucari diriku sendiri. Mencari anugerah tuhan yang bisa kusyukuri. Aku meyakini bahwa setiap manusia diberi suatu kelebihan tersendiri yang mana sangat bersifat personal. Tidak ada yang sama setiap orang.

Muncullah dalam pikiranku untuk mengembangkan kemampuan bahasa Inggrisku. Di bidang ini nampaknya aku memiliki ketertarikan yang besar, ditunjang beberapa kali aku membantu temanku dalam menterjemahkan skripsinya dalam bahasa Inggris.

Setelah berbagai pertimbangan, kecamatan Pare yang berada di wilayah kabupaten Kediri menjadi pilihanku sebagai tempat untuk menimba ilmu dan mengasah kemampuan bahasa Inggrisku. Menurutkan bahasa Inggris adalah sebuah pintu dari rumah pengetahuan dan pergaulan dunia. Jika aku menguasainya, ini akan memudahkanku untuk menjelajahi dunia yang diciptakan tuhan untuk dikembangkan lagi demi kebaikan bersama.

Hari ini adalah hari terakhirku di rumah sebelum keberangkatanku ke Jember yang dilanjutkan ke Kediri. Siap hijrah berarti siap menyambut senyum indah kebahagiaan di masa depan.

Selasa, 27 September 2011

Lyric of Mirai e (in 3 languages)




hora ashimoto wo mitegoran

kore ga anata no ayumu michi

hora mae wo mitegoran

are ga anata no mirai



haha ga kureta

takusan no yasashisa

ai wo idaite ayume to kurikaeshita

ano toki wa mada osanakute

imi nado shiranai

sonna watashi no te wo nigiri

issho ni ayundekita



yume wa itsumo

sora takaku aru kara

todokanakute kowai ne

dakedo oitsuzukeru no



jibun no sutoori dakara koso

akirametakunai

fuan ni naru to te wo nigiri

issho ni ayundekita



sono yasashisa wo toki ni wa iyagari

hanareta haha e sunao ni narezu

hora ashimoto wo mitegoran

kore ga anata no ayumu michi

hora mae wo mitegoran

are ga anata no mirai



sono yasashisa wo toki ni wa iyagari

hanareta haha e sunao ni narezu

hora ashimoto wo mitegoran

kore ga anata no ayumu michi

hora mae wo mitegoran

are ga anata no mirai



hora ashimoto wo mitegoran

kore ga anata no ayumu michi

hora mae wo mitegoran

are ga anata no mirai



mirai e mukatte

yukkuri to aruite yukoo







[the english translation]

look at your feet and see

this is the path you walk

look in front of you and see

that is your future



Mother has given me a lot of kindness

"Embrace love and walk" she repeated

that time when I was childish and didn’t understand her meaning

she held my hand

together, walking we came.



dreams are always from high in the sky

it is scary that we might not reach them but continue to try

for this reason I won’t abandon my story

when I became anxous she held my hand

together, walking we came.



that kindness was occasionally unpleasant

when I was away from mother I couldn’t obey



look at your feet and see

this is the path you walk

look in front of you and see

that is your future



that kindness was occasionally unpleasant

when I was away from mother I couldn’t obey



look at your feet and see

this is the path you walk

look in front of you and see

that is your future



look at your feet and see

this is the path you walk

look in front of you and see

that is your future

slowly towards the future let’s walk





[Terjemah indonesia]



Ayoo...lihatlah langkah kakimu..

Itulah jalan kehidupanmu....

Ayoo...lihatlah pula ke depan..

Disanalah masa depanmu..



Begitu banyaknya bunda telah memberikan kasih sayangnya....

Bersama Cinta bunda dapatku mengerti....kehidupan yg silih berganti

Saat itu aku masih terlalu kecil...belum mengerti arti semua itu

Bunda yang selalu membimbingku dalam menjalani masadepan



Cita cita selalu tinggi di atas langit

Bila tak tercapai memang menyedihkan , tetapi jangan takut tetaplah melangkah bercita-cita

Tentukan langkah sejarah hidupmu..Janganlah berputus asa

Jangan cemas dan jangan takut...do`a bunda selalu menyertaimu

Kasih sayang itu ..dulu selalu kulecehkan...selalukusakiti hati bunda

Sekarang jauh terpisah dari bunda....baru ku sadari segalanya



Ayoo..lihatlah langkah kakimu...itulah perjalanan hidupmu

Ayoo...lihatlah pula kedepan...di sanalah masa depanmu

Perlahan namun pasti...jemputlah masa depanmu dengan hati penuh keyakinan



Ayo, lihatlah langkah kakimu / Itulah jalan kehidupanmu

Ayo, lihatlah pula ke depan / Disanalah masa depanmu



Begitu banyak kasih sayang yang telah ibunda berikan

Bersama cintanya dapat ku mengerti kehidupan yang silih berganti

Saat itu aku masih terlalu kecil, belum mengeri arti semua ini

Ibunda yang telah membimbingku dalam menapaki masa depan



Cita-cita selalu tinggi di atas langit

Bila tak tercapai memang menyedihkan, tetapi jangan takut tetaplah melangkah mencapainya

Tentukan langkah hidupmu, janganlah berputus asa

Jangan cemas dan takut, do'a ibunda selalu menyertaimu



Kasih sayang itu dulu selalu tak kupedulikan, kusakiti hati ibunda

Sekarang jauh terpisah dari ibunda, baru kusadari segalanya



Perlahan namun pasti, jemputlah masa depanmu dengan penuh keyakinan

Senin, 26 September 2011

Tanpo Waton (syair karya Gus Dur)

ا ستغفرالله رب البرايا # استغفرالله من الخطايا
رب زدني علما نافعا # و وفقني عملا صالحا
يا رسول الله سلام عليك # يارفيع الشان و الدرج
عطفـة ياجيرة العالم # يااهيل الجود و الكرم


Ngawiti ingsun nglaras syi’iran
Kelawan muji maring Pengeran
Kang paring rohmat lan kenikmatan
Rino wengine tanpo pitungan


Duh bolo konco priyo wanito
Ojo mung ngaji syari'at bloko
Gur pinter ndongeng, nulis lan moco
Tembe mburine bakal sangsoro


Akeh kang apal qur’an hadise
Seneng ngafirke marang liyane
Kafire dewe dak digatek-ke
Yen iseh kotor ati akale

Gampang kabujuk nafsu angkoro
Ing pepaese gebyaring dunyo
Iri lan meri sugihe tonggo
Mulo atine peteng lan nisto


Ayo sedulur jo nglale’ake
Wajibe ngaji sak pranatane
Nggo ngandelake iman tauhide
Baguse sangu mulyo matine


Kang aran sholeh bagus atine
Kerono mapan sari ngelmune
Laku thoriqot lan ma'rifate
Ugo haqiqot manjing rasane


Al Qur'an qodim wahyu minulyo
Tanpo tinulis iso diwoco
Iku wejangan guru waskito
Den tancepake ing njero dodo


Kumatil ati lan pikiran
Mrasuk ing badan kabeh njerohan
Mu'jizat Rasul dadi pedoman
Minongko dalan manjinge iman


Kelawan Allah Kang Moho Suci
Kudu rangkulan rino lan wengi
Ditirakati diriyadlohi
Dzikir lan suluk jo nganti lali


Uripe ayem rumongso aman
Dununge roso tondo yen iman
Sabar narimo najan pas-pasan
Kabeh tinaqdir saking Pangeran


Kelawan konco dulur lan tonggo
Kang podo rukun ojok dursilo
Iku sunnahe rosul kang mulyo
Nabi Muhammad panutan kito


Ayo ngelakoni sekabehane
Allah kang bakal ngangkat drajate
Senajan asor toto dhohire
Ananging mulyo maqom drajate


Lamun palastro ing pungkasane
Ora kesasar roh lan sukmane
Den gadang Allah swargo manggone
Utuh mayite ugo ulese

يا رسول الله سلام عليك # يارفيع الشان و الدرج
عطفـة ياجيرة العالم # يااهيل الجود و الكرم


Terjemahan Bahasa Indonesia



Aku memulai menembangkan (menyanyikan) sya’ir
Dengan memuji kepada Tuhan
Yang memberi rahmat dan kenikmatan
Siang dan malam tanpa perhitungan

Wahai para sahabat pria dan wanita
Jangan hanya belajar syari’at saja
Hanya pandai mendongeng (bicara),menulis dan membaca
Akhirnya hanya akan sengsara

Banyak yang hafal al-Qur’an dan hadistnya
Suka mengkafirkan orang lain
Kekafirannya sendiri tidak diperhatikan
Kalau masih kotor hati dan akalnya

Mudah tertipu nafsu Angkara
Dalam Hiasan gemerlapnya dunia
Iri dan dengki kekayaan tetangga
Maka hatinya gelap dan nista

Mari saudara jangan melupakan
Kewajiban mengaji (belajar) lengkap dengan aturannya
Untuk menebalkan iman tauhidnya
Bagusnya bekal mulia matinya

Yang disebut orang shaleh itu bagus hatinya
Karena sempurna seri keilmuannya
Melakukan thariqat dan ma’rifatnya
Juga hakekat meresap rasanya

Al-qur’an qodhim wahyu yang mulia
Tanpa ditulis bisa dibaca
Itu wejangan (pesan) guru yang waskita
Ditancapkan ke dalam dada

tergantung (tertempel) di hati dan pikiran
Merasuk ke dalam badan dan tubuh
Mu’jizat rasul ( Al-qur’an ) jadi pedoman
Sebagai jalan masuknya iman

Kepada Allah yang Maha suci
Harus berpelukan (mendekatkan diri) siang dan malam
Diusahakan dan dilatih
Dzikir dan suluk jangan sampai dilupakan

Hidupnya tentram dan merasa aman
Itulah perasaan tanda beriman
Sabar menerima meskipun (hidup) pas-pasan
Semua sudah ditakdirkan dari Tuhan

Terhadap teman , saudara dan tetangga
Rukunlah jangan bertengkar
Itu sunnah Rasul yang mulia
Nabi Muhammad suri tauladan kita

Mari jalani semuanya
Allah yang akan mengangkat derajatnya
Meskipun rendah secara lahiriah
Namun mulia kedudukan derajatnya disisi Allah

Ketika ajal telah datang di Akhir
Tidak tersesat roh dan sukma(raga)nya
Disanjung Allah surga tempatnya
Utuh (lengkap) jasadnya juga kain kafannya

Minggu, 25 September 2011

How To Play Angklung

These are the methods how to hold, shake, and play the angklung correctly.

1. The good position of the angklung is the big tube in the right side and the small one in the left side. It’s perpendicular, not oblique.

2. The left hand of player holds the angklung on the top knot of the angklung and the left hand holds the bottom part of the angklung. The left hand may grasp facing up or down. Both of the right and left hand must be straight.

3. The right hand shakes the angklung, but the left hand holds it only. The shaking of the right hand is toward the right and lift direction. It should do from wist quickly.

4. When we play the angklung more than one, the big one is put near to our body. If the angklung is very big, we can insert our hand into spaces of the angklung, but if it’s small enough, we can grasp it. The most important is the angklungs is not crashed.

These are several ways to play the angklung.

1. The long vibration

2. Staccato

3. Tengkep



The Indonesian Transaltion



Hal – hal dibawah ini merupakan cara memegang, menggetarkan dan memainkan angklung yang selama ini dianggap paling tepat.

* Posisi angklung adalah tabung yang tinggi berada di sebelah kanan pemain, dan yang kecil berada di sebelah kiri, dengan posisi lurus, tidak miring.

* Tangan kiri pemain memegang angklung pada bagian simpul atas angklung dan tangan kanan memegang angklung pada bagian bawah angklung. Posisi tangan kiri dapat menggenggam ke arah bawah maupun ke arah atas. Kedua tangan diharapkan dalam posisi lurus.

* Tangan yang bertugas menggetarkan angklung adalah tangan kanan, sedangkan tangan kiri hanya memegang angklung, tidak turut digerakkan. Gerakan tangan kanan adalah arah kanan ke kiri, dan gerakan dilakukan dengan cepat dari pergelangan tangan
* Apabila pemain memegang lebih dari satu angklung, maka angklung yang berukuran lebih besar ditempatkan lebih dekat dengan tubuh. Apabila ukurannnya cukup besar, angklung dapat kita masukkan ke dalam lengan pemain. Kalau kecil, angklung tetap dipegang dengan jari, tetapi harus tetap ada jarak antar angklung sehigga tidak saling bersinggungan.

Memainkan angklung ada beberapa cara:

Getaran panjang


Staccato


Tengkep




Sumber : www.angklung-udjo.co.id

Sabtu, 24 September 2011

The Painter (Sang Pelukis)

We all are like a painter.

The colors that we choose are the choice of an action which we will take.

The palette is like a heart that a place to collect and separate the colors.

We move a brush as we implement what we decide.

Imagination is creativity and innovation skill.

The blank canvas is a report card which hasn’t yet be filled.

If we have a wide palette, have a good skill at moving the brush, and be able to express all imagination that we have on the canvas.

So we can make a great painting where it’s a great success that written in our report card of life.


The Indonesian Translation


Kita semua ibarat sang pelukis.

Racikan komposisi/paduan cat warna adalah pilihan sikap yang akan kita ambil.

Palet merupakan hati yang berfungsi mengelompokkan dan memisahkan warna-warna.

Gerakan kuas adalah implementasi dari pilihan sikap.

Imajinasi cerminan daya kreativitas dan inovasi.

Kanvas adalah rapor kehidupan yang belum terisi.

Jika kita mempunyai palet yang luas, pandai meracik komposisi warna, lihai dalam menggerakan kuas, dan mampu menumpahkan segala imajinasi yang kita punya pada kanvas, maka kita bisa menghasilkan sebuah lukisan masterpiece yang merupakan analogi suatu goresan kesuksesan besar dalam rapor kehidupan kita.

Jumat, 23 September 2011

Ujian Asa

Merajut keselarasan melintas kekuasaan

Mendamba senyuman kesemuanya

Kenikmatan meleleh menjadi pilihan

Keterluntaan berubah menjelma teman


Saat upaya terhadang tradisi

Teladan terasa angin yang melaju berlawanan arah

Hati sesekali merintih

Nafas terkadang turut menjerit


Oh…

Ikhlaskah sebuah jawaban

Relakah suatu harapan

Atau kesabaran adalah tuntutan itu


Wahai dzat pemilik segalanya

Tempatku berkeluh kesah

Arah semua rintihan

Tujuan berjuta harapan

Lantunan keresahan hati hanya kepada-Mu


Ya Rahman… Ya Rahim…

Kuatkanlah

Senyuman, mutiara terlupakan....

Sebuah hari penuh senyuman....

Suasana syhadu....

Potensi pengetar hati dan perekat silaturrahim....

Lukisan nyata keindahan Makhluk.....


Mari....

Mari...

Mari....

Membumikannya....

Jangan...

Jangan...

Jangan...

Meracuninya....

Racun yang tak kau sadari dari jiwa yang resah....

wahai jiwa yang senantiasa merindukan ketenangan....

Bersimpuhlah pada tuhan semesta alam...

Merengek untuk menjadikan senyum sebagai sarana untuk mendapatkan ridhoNya....

No mind and let them go away

When your dreams which is so beautiful never become true, no mind. When you run after your hope and it has never arrived, no mind.


Whatever happened, I will be your side. Do not be sad, because everything's gonna be OKAY


One of many possibilities, you fall in with no expectations. That time I dedicated my self with the spirit, dream, love and hope.


We try to connect on one by one cause and effect. But, be calm down.

We have a heart’s eye which bring us to happiness. You and I know, there's always the way.


I also know one thing again that problems always come over us as if the waves crashing against the rocks. But I know .. I know you're able to face them calmly. Face them with me till death.


When you expect friendliness of love, then you have never got it, no mind. Listen to my song that all is not over yet.


Join our step. Hold our heart and emotion.



Get the happiness….!!!



(Inspired by Bondan's song)

Kamis, 22 September 2011

I don't think that I'm mad

X : Hi.

Me : Hello.

X : How are you?

Me : Kitty.

X : What?

Me : I just wanna say 'Hello Kitty'.

X : Why did you say like that?

Me : Because my friend loves it so much.

X : Are you so?

Me : Nope.

X : Oh I see, how is your day today?

Me : What language do you want me to answer it?

X : It's up to you.

Me : Amari yokunai desu.

X : what language did you say?

Me : Japanese.

X : what does it mean? Please translate in English.

Me : ok, it means that I'm not too good.

X : do you like Japanese?

Me : yep.

X : why?

Me : their cultures are very unique.

X : what else?

Me : many.

X : do you like Japanese girls?

Me : no comment...!

X : oh.

Me : ho.

X : why do you feel not good today?

Me : I've lost my opportunities, I escaped from my thermodynamic class, my careless made my friends worry, and I bought an expensive food when I don't really need it.

X : I hope you will be OK soon.

Me : Gracias.

X : what does it mean?

Me : Merci.

X : I don't understand.

Me : danke, bedank, shukran Jazeelan, doumo, xie-xie, hvala, tesekkur ederim, gamsa hamnida, salamat po, shukriya, ...

X : shut up young man!!! Please use a language that I know.

Me : sure, mator sakalangkon.

X : what language is it?

Me : Madurese.

X : it sounds good. I will ask my madurese friend about this word..

Me : please, good luck!!! hehehe :D

My Beloved Dictionary (MBD)

Me : excuse me, could you help me to translate this word?

Mr. A : Sorry, I'm busy now. You can ask to Mrs. B.

Me : excuse me madam....

Mrs. B : oh, I think the meaning of this word is hmm... xxx, maybe yyy, or zzz. I don't know surely. You can ask to Mr. C.

Me : Excuse me sir...

Mr. C : sorry, I really don't know this word. Please ask to Mrs. D, she is the smartest here.

Me : excuse me...

Mrs. D : I’d helped you to translate some words before. Well, stop asking me many questions again. I'm bored.

Me : excuse me. Do you know what the meaning this word?

MBD : Sure, look at me.

Me : thanks, I just found it. May I ask you again?

MBD : Of course.

Me : wow, I found it again. Sorry it's the last word that I ask to you.

MBD : Don't worry dude, you can ask me all word which you got difficulty to understand it.

Me : thank a lot of your kindness.

MBD : Don't mention it. I'm be created to answer your questions.

Me : Really?

MBD : Yep.

Me : you are a good friend. BTW, would you like to eat something?

MBD : No, thanks.

Me : I think you don't eat anything yet. Don't be shy, please?

MBD : I really needn't it.

Me : why?

MBD : Because I'm only A DICTIONARY.

Me : hahaha... you are right. I don't think that I'm a normal man if I give you some food or drink.